Bukit Soeharto
SEJARAH KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA
BUKIT SOEHARTO
- Tahun 1976 Penetapan
hutan pada jalur jalan Samarinda - Balikpapan sepanjang 36 km sebagai zona
produksi dan zona pelestarian lingkungan oleh Gubernur Propinsi Kalimantan
Timur
- Tahun 1982 Surat
Keputusan Menteri Pertanian nomor 818/Kpts/Um/11/1982 tanggal 10 Nopember 1982 Penetapan
Hutan Lindung Bukit Soharto seluas 27.000 hektar oleh Menteri Pertanian
- Tahun 1987 Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 245/Kpts-II/1987
tanggal 18 Agustus 1987 Perubahan status kawasan hutan lindung Bukit
Soeharto seluas kurang lebih 23.800 hektar menjadi hutan wisata dan penunjukan
perluasannya dengan kawasan hutan sekitarnya seluas kurang lebih 41.050 hektar
sehingga luas Hutan Wisata Bukit Soeharto kurang lebih 64.850 hektar oleh
Menteri Kehutanan
- Tahun 1991 Penetapan kawasan Hutan Wisata Bukit Soeharto seluas
61.850 hektar sebagai kawasan hutan dengan fungsi sebagai Hutan Wisata oleh
Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 270/Kpts-II/1991
tanggal 20 Mei 1991
- Tahun 2004 Perubahan fungsi Taman Wisata Alam Bukit Soeharto seluas
61.850 hektar menjadi Taman Hutan Raya oleh Menteri Kehutanan melalui Surat
Keputusan Menteri Kehutanan nomor 419/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004
PEMEGANG IJIN PENUNJUKAN KAWASAN DENGAN TUJUAN KHUSUS
DALAM TAMAN HUTAN RAYA BUKIT SOEHARTO
- Tahun 1991 Penunjukan
Areal Hutan di Kabupaten Kutai Propinsi Dati I Kalimantan Timur Seluas ± 3000
hektar Sebagai Perluasan Areal Hutan Penelitian (Wanariset Lembaga Penelitian
Hutan) melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 290/Kpts-II/1991 tanggal
5 Juni 1991, kepada Balai Penelitian Hutan Tanaman
di Samboja (dahulu Loka Litbang Primata)
- Tahun 2002 Penunjukan
Kawasan Hutan untuk Pendidikan dan Latihan seluas ± 4310 hekta Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor
8815/Kpts-II/2002 tanggal 24 September 2002, kepada Balai Pendidikan dan
Pelatihan Kehutanan Samarinda
- Tahun 2004 Penunjukan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus
Seluas ± 20.271 hektar pada Kawasan Taman Wisata Alam di Kabupaten Kutai
Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur sebagai Hutan Penelitian dan Pendidikan
Universitas Mulawarman Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor SK.
160/MENHUT-II/2004 tanggal 4 Juni 2004, Kepada Universitas Mulawarman
POTENSI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA BUKIT SOEHARTO
Kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto memiliki beberapa
tipe ekosistem antara lain, hutan campuran Dipterocarpaceae
dataran rendah, hutan kerangas, hutan pantai, semak belukar dan
alang-alang. Potensi flora, fauna, wisata alam dan pendidikan lingkungan
sebagai berikut :
1. Potensi
Fauna
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto merupakan tempat sebaran
beberapa jenis fauna antara lain : Meranti (Shorea
spp.), Keruing (Dipterocarpus sp.),
Mahang (Hypoleuca), Mengkungan (Gigantea), Hora (Ficus sp.), Medang (Lauraceae),
Kapur (Dryobalanops spp.), Kayu tahan
(Anisoptera costata), Nyatoh (Palaquium spp.), Keranji (Dialium spp.), Perupuk (Laphopetalum solenospermum) dan
lain-lain.
2. Potensi
Flora
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto merupakan tempat sebaran
beberapa jenis fauna antara lain : Orang utan (Pongo pygmaeus), terdapat di fasilitas rehabilitasi orang utan di
Pusat reintroduksi Orang Utan Wanariset Samboja, Beruang madu (Helarctos malayanus), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Landak (Hystrix brachyura) dan lain-lain
3. Potensi
Wisata Alam dan Pendidikan Lingkungan
Di dalam kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto terdapat
objek wisata pantai Tanah Merah Samboja,hutan pendidikan Universitas Mulawarman
dan Pusat Reintroduksi Orangutan Wanariset Samboja.
PERMASALAHAN KAWASAN TAMAN
HUTAN RAYA BULIT SOEHARTO
Kawasan Taman
Hutan Raya Bukit Soeharto memiliki beberapa permasalahan yang mengancam
kelestariannya baik fungsi ekologis maupun keberadaan ekosistemnya.
Masalah-masalah utama antara lain : kebakaran hutan, pembalakan kayu illegal,
perambahan kawasan, dan lain-lain.
Kondisi
permasalahan ini menyebabkan terdapatnya areal hutan pada kawasan tersebut
merupakan areal terbuka yang ditumbuhi alang-alang yang menjadi sumber
kerawanan kebakaran hutan pada saat musim kering yang akan meluaskan daerah
terbuka di kawasan hutan Tahura Bukit Soeharto. Selain itu kandungan bahan
tembang berupa batubara yang ada didalam lapisan tanahnya menyebabkan beberapa
lokasi menyimpan potensi kebakaran jeluk yang cukup sulit untuk dikendalikan.
Keberadaan
areal-areal terbuka tersebut juga menyebabkan beberapa fungsi ekologis Taman
Hutan Raya Bukit Soeharto terganggu. Salah satunya sebagai daerah tangkapan air
yang mengatur alirannya ke sub daerah aliran sungai (Sub DAS) Semboja yang
mempengaruhi pula aliran air ke daerah aliran sungai (DAS) Mahakam
(Sumber:
Bahan Rakortas, Pengelolaan Bukit Soeharto)
